Bapakku Sangat Hebat
Dialah bapak sosok pahlawan dikehidupanku yang telah
merawat dari kecil hingga besar dan melebihi besarnya bapak sekarang ini. Tidak
banyak yang menceritakan atau menyanjung bapak, Karena ia adalah pahlawan yang
menjaga, berkorban dibalik layar, tidak butuh sanjungan atau pujian, baginya
kebahagian anaknya adalah hadiah terbesar bagi hidupnya.
Blog ini ada dengan menggunakan nama bapakku yaitu Subarto, karena saya anaknya sehingga menjadi anakbarto
Senyum dan tawa anak
adalah hal yang mahalnya lebih dari
sebongkah berlian dan emas permata. Tanpanya aku tidak mengenal dunia, tidak
mengetahui pahit manis kehidupan. Semua itu dialah yang mengajarkannya
kepadaku. Dia bapakku yang hebat.
Teman bertukar pikiran, menasihati dengan tindakan,
memberi solusi dari kebingunganku, dia bapakku yang hebat. Dari permasalahan
cinta, pertemanan dan juga dalam menjalani kehidupan yang baik, semua diajarkan
dan dicontohkan oleh bapakku yang hebat.
Dia bapakku yang marah kepaku jika aku
berbuat salah dan tidak menyalahkan yang lain. Itu mengajarkan aku untuk tidak
berbuat salah dan jika berbuat salah maka pasti ada konsekuensinya tanpa
menyalahkan orang lain. Karena dia adalah bapakku yang hebat.
Bapakku yang hebat mengajarkan kepadaku untuk hidup
mandiri, tidak manja, jika ingin sesuatu maka harus berusaha untuk
mendapatkannya dengan cara yang baik.
Dulu sewaktu aku ingin beli sepatu sekolah
yang baru karena sepatu yang lama sudah rusak bapak menyuruhku untuk membantu
tetangga mengisi tanah pupuk kedalam
polibet, untuk ditanami kayu pohon Mahoni. Selama tiga bulan lamanya saya
berhasil membeli sepatu sekolah yang baru dari upah saya membantu mengisi
tanah.
Saya diajarkan mandiri dengan berjualan, saya bermain mainan pada zaman
dulu yang saya sukai yaitu bermain gundu, lalu menang dan saya cuci untuk
dijual kembali kepada teman saya. Begitu rutinitas kecil saya dalam hidup
mandiri selain saya bisa bermain saya juga bisa berjualan, untungnya dua kali
lipat. Semua berkat ajaran bapakku yang hebat.
Diasal daerahku anak lelaki yang merantau adalah
bukti bahwasanya kita sudah hidup mandiri seperti pepatah daerah mengatakan:
“Horas, pohon pinang tumbuh sendiri, Horas, tumbuhlah menantang awan. Horas, biar kambing dikampung sendiri tapi banteng diperantauan”.
Ini saya tunjukan
untuk bapakku yang hebat, inilah anakmu yang telah engkau didik hingga menjadi
orang yang hebat. Namun kerinduan akan bapak teringang setiap malam, karena
jasanya saya menjadi seperti sekarang ini. Terimakasih bapakku yang hebat.
Karena bapakku yang hebat sehingga aku juga menjadi hebat.





