-->

14 Oktober 2023

Rahasia Sukses Pemimpin Muda: Bukan Hanya Impian!



Pemimpin muda telah memainkan peran kunci dalam perubahan sosial, inovasi, dan inspirasi dalam masyarakat. Terutama Generasi Z, yang tumbuh dalam era teknologi dan kreativitas yang tak terbatas, telah menunjukkan kemampuan luar biasa untuk memimpin dan menggagas perubahan. 

Artikel ini akan menjelajahi peran penting yang dimainkan oleh pemimpin muda dalam membentuk masa depan dan menciptakan perubahan positif dalam masyarakat.


1. Kepemimpinan Generasi Muda: Siapa Mereka?

Kepemimpinan generasi muda mengacu pada individu muda yang mampu memimpin dan memengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan bersama. Mereka adalah para inovator, pemikir kreatif, dan pelopor perubahan yang berani.


2. Kreativitas Generasi Muda

Generasi muda sering kali dikenal karena kreativitas mereka. Mereka menghadapi tantangan dengan cara yang inovatif, menciptakan solusi baru, dan memecahkan masalah dengan cara yang berbeda.


3. Pemimpin Muda yang Berani

Banyak pemimpin muda telah menunjukkan keberanian dalam menghadapi tantangan dan mengambil risiko untuk mencapai visi mereka. Mereka tidak takut untuk berdiri di depan dan berbicara tentang isu-isu yang mereka pedulikan.


4. Membentuk Masa Depan dan Perubahan Sosial

Pemimpin muda berperan penting dalam membentuk masa depan masyarakat dan menciptakan perubahan sosial yang positif. Mereka memiliki visi untuk dunia yang lebih baik dan bekerja keras untuk mewujudkannya.


5. Karier dan Kepemimpinan

Banyak pemimpin muda telah mencapai kesuksesan dalam karier mereka dengan menjadi perintis di bidang mereka. Mereka tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga berkontribusi pada perubahan yang lebih besar.


6. Tantangan Kepemimpinan

Kepemimpinan generasi muda juga menghadapi tantangan, termasuk ekspektasi tinggi, tekanan, dan perlawanan terhadap perubahan. Bagaimana mereka mengatasi tantangan ini adalah kunci kesuksesan mereka.


7. Inspirasi Pemimpin Muda

Pemimpin muda sering kali menjadi sumber inspirasi bagi orang lain, terutama generasi yang lebih muda. Mereka membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk mencapai hal-hal besar.


8. Pengaruh Generasi Muda

Pemimpin muda memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk opini, tren, dan arah masyarakat. Mereka memiliki kemampuan untuk mengubah cara pandang dan tindakan orang banyak.


Kepemimpinan generasi muda adalah kekuatan yang mendorong perubahan positif dalam masyarakat. Mereka membawa inovasi, kreativitas, dan semangat berani yang sangat dibutuhkan dalam dunia yang terus berkembang. 

Generasi Z telah membuktikan bahwa mereka memiliki potensi besar untuk menggagas perubahan dan membentuk masa depan yang lebih cerah. Dukungan dan pengakuan terhadap peran mereka dalam masyarakat adalah kunci untuk mewujudkan visi mereka untuk dunia yang lebih baik.

Tantangan Pendidikan di Era Generasi Muda: Apa yang Tak Diajarkan oleh Sekolah?



Pendidikan adalah pondasi bagi perkembangan individu dan masyarakat. Generasi muda, yang sering disebut sebagai Generasi Z, menghadapi beragam tantangan dalam mengarungi sistem pendidikan yang terus berubah. 

Era pendidikan terbaru telah membawa perubahan signifikan, dan faktor-faktor seperti teknologi, tekanan akademik, dan perubahan dalam peran keluarga memengaruhi cara generasi muda belajar.

Artikel ini akan membahas berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini dan bagaimana mereka dapat mengatasinya.


1. Teknologi dalam Pembelajaran

Salah satu perubahan paling signifikan dalam pendidikan saat ini adalah penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Generasi muda tumbuh dalam era digital, di mana smartphone, tablet, dan komputer adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Teknologi telah memungkinkan akses ke sumber belajar yang lebih luas, tetapi juga menimbulkan tantangan terkait dengan ketergantungan pada perangkat elektronik.


2. Tekanan Akademik

Generasi muda sering kali dihadapkan pada tekanan akademik yang tinggi. Persaingan ketat di dunia pendidikan dapat menciptakan stres yang signifikan bagi para pelajar. Harapan untuk meraih prestasi tinggi seringkali menimbulkan tekanan tambahan, yang dapat berdampak pada kesejahteraan mental mereka.


3. Pembelajaran Online

Pandemi COVID-19 telah memaksa perubahan besar dalam dunia pendidikan, dengan beralihnya banyak sekolah dan universitas ke pembelajaran online. Generasi muda harus beradaptasi dengan model pembelajaran baru ini, yang memiliki tantangan tersendiri, seperti isolasi sosial dan kesulitan dalam memotivasi diri.


4. Pendidikan Inklusif

Tantangan pendidikan juga mencakup upaya untuk menciptakan pendidikan yang lebih inklusif. Ini berarti mengakomodasi kebutuhan beragam pelajar, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus atau latar belakang budaya yang berbeda. Generasi muda diajarkan untuk menghargai keragaman dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif.


5. Peran Keluarga dalam Pendidikan

Peran keluarga sangat penting dalam pendidikan generasi muda. Orang tua dan wali memiliki peran besar dalam memberikan dukungan, motivasi, dan arahan kepada anak-anak mereka. Di era ini, di mana banyak keluarga terbagi dalam kesibukan pekerjaan dan aktivitas, penting untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan, kehidupan keluarga, dan pekerjaan.


6. Pendidikan Karakter

Pendidikan tidak hanya sebatas pelajaran akademik, tetapi juga mencakup pengembangan karakter. Generasi muda diajarkan untuk mengembangkan nilai-nilai seperti kepemimpinan, empati, dan etika. Tantangan dalam mengintegrasikan pendidikan karakter ini dalam kurikulum adalah salah satu hal yang harus diatasi.


7. Masa Depan Pendidikan

Era pendidikan terus berubah, dan generasi muda akan membentuk masa depan pendidikan. Mereka dihadapkan pada tugas yang memungkinkan terciptanya pendidikan yang lebih baik, inklusif, dan relevan. Peningkatan pendidikan akan menjadi kunci untuk mencapai tujuan ini.


Jadi, Tantangan pendidikan di era generasi muda adalah perjalanan yang penuh dengan perubahan dan adaptasi. Generasi muda belajar untuk menghadapi tantangan ini dengan keberanian dan inovasi. Dalam upaya bersama, pendidikan dapat menjadi alat yang kuat untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah.

Responsive Leaderboard Ad Area

Tidak Diajarkan di Sekolah: Tantangan Terbesar Generasi Muda



Halo, pembaca yang selalu setia! Hari ini, kita akan membahas topik yang begitu relevan dan mendalam, "Tantangan Pendidikan di Era Generasi Muda." Di zaman di mana perubahan begitu cepat, generasi muda dihadapkan pada sejumlah tantangan yang belum pernah ada sebelumnya dalam dunia pendidikan.

Bagaimana mereka menghadapinya? Apa yang bisa kita pelajari dari pengalaman mereka? Mari kita mulai memahami lebih dalam.

Pertama-tama, apa yang Anda bayangkan ketika mendengar tentang pendidikan generasi muda saat ini? Apa yang benar-benar terjadi di dalam kelas dan luar kelas? Bagaimana perkembangan teknologi memengaruhi pembelajaran mereka? Dan yang tak kalah penting, bagaimana kita bisa ikut serta dalam mendukung generasi muda dalam menghadapi tantangan ini?

Sebelum kita melanjutkan, saya ingin mendengar pandangan, pengalaman, dan ide Anda tentang pendidikan di era generasi muda. Jangan ragu untuk meninggalkan komentar Anda di bawah artikel ini. Mari bersama-sama membahas dan belajar lebih banyak. Jika Anda ingin terus mengikuti perkembangan artikel-artikel menarik kami, jangan lupa untuk subscribe. Sekarang, mari kita lanjutkan ke dalam isi artikel.


1. Perubahan dalam Model Pembelajaran

Era generasi muda telah membawa perubahan besar dalam model pembelajaran. Apa yang terjadi dengan metode-metode tradisional, dan bagaimana generasi ini meresponsnya?


2. Teknologi dalam Pendidikan

Peran teknologi dalam pembelajaran tidak dapat diabaikan. Bagaimana penggunaan perangkat dan aplikasi digital memengaruhi cara generasi muda belajar dan berinteraksi?


3. Tantangan Keseimbangan Hidup-Kerja-Pendidikan

Bagaimana generasi muda menjaga keseimbangan antara tugas akademis, aktivitas ekstrakurikuler, dan pekerjaan paruh waktu?


4. Tekanan Akademik

Persaingan ketat di dunia pendidikan dapat menciptakan tekanan yang besar pada generasi muda. Bagaimana mereka mengatasi stres akademik?


5. Perkembangan Pendidikan Karakter

Apakah pendidikan saat ini cukup memperhatikan pengembangan karakter generasi muda? Bagaimana pendekatan yang bisa diambil untuk mengatasi hal ini?


6. Isu Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusif adalah isu penting dalam era generasi muda. Bagaimana pemerintah dan lembaga pendidikan meresponsnya?


7. Peran Keluarga dalam Pendidikan

Keluarga berperan penting dalam pembentukan karakter dan pemahaman generasi muda tentang pendidikan. Bagaimana peran orang tua dalam mengatasi tantangan ini?


Thanks untuk yang sudah membaca.

Generasi muda dihadapkan pada tantangan yang unik dalam dunia pendidikan. Penting bagi kita semua untuk lebih memahami situasi ini dan berpartisipasi dalam mendukung perkembangan pendidikan mereka. 

Jangan lupa untuk berbagi artikel ini kepada teman-teman dan keluarga Anda jika Anda merasa informasinya bermanfaat. Terima kasih atas kunjungan Anda dan sampai jumpa di artikel-artikel kami yang selanjutnya!

13 Oktober 2023

Perjalanan Generasi Muda: Dari TikTok ke Sukses Global



Hai, Sobat! Generasi Muda, siapa mereka sebenarnya? Pertanyaan ini mungkin selalu ada di benak kita. Mereka adalah generasi yang tumbuh dengan smartphone di tangan, memanfaatkan internet dengan lincah, dan menciptakan tren serta perubahan di seluruh dunia. Di artikel ini, kita akan menjelajahi lebih dalam tentang generasi yang digembar-gemborkan sebagai "Gen Z." Siapa mereka, apa yang mendorong mereka, dan bagaimana mereka berinteraksi dengan dunia ini? Saya ajak Anda untuk ikut memahami generasi yang membawa semangat segar ini.

Siapa sebenarnya Gen Z? Apa yang membedakan mereka dari generasi sebelumnya? Bagaimana teknologi membentuk pandangan dan perilaku mereka? Dan yang terpenting, apa yang mereka wujudkan dalam masyarakat? Mari kita gali lebih dalam!

Sebelum kita melanjutkan, saya ingin mendengar pandangan dan pengalaman Anda tentang generasi muda. Tolong bagikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah artikel ini. Jangan lupa untuk like, share, dan subscribe agar Anda tidak ketinggalan artikel-artikel menarik kami yang lain. Sekarang, mari kita masuk ke dalam inti pembahasan.


1. Generasi Z: Siapa Mereka?

Generasi Z adalah kelompok individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an. Mereka tumbuh dalam era teknologi yang pesat dan beragam perubahan sosial.


2. Teknologi dan Gen Z: Kekinian dalam Genggaman

Generasi Z adalah pionir dalam menggunakan teknologi digital. Bagaimana penggunaan smartphone dan media sosial memengaruhi cara mereka berkomunikasi dan berinteraksi?


3. Pemikiran Kreatif dan Inovatif

Apakah Gen Z benar-benar lebih kreatif daripada generasi sebelumnya? Bagaimana minat mereka terhadap kewirausahaan membentuk cara mereka melihat dunia?


4. Aktivisme Sosial: Suara di Dunia Digital

Generasi Z terlibat dalam aktivisme sosial melalui platform digital. Bagaimana mereka mempengaruhi perubahan sosial melalui gerakan online?


5. Hubungan Antar-Generasi: Perbedaan dan Kesamaan

Generasi muda memiliki cara unik dalam berinteraksi dengan generasi sebelumnya dalam keluarga, pendidikan, dan pekerjaan.


6. Pendidikan dan Karier: Memilih Jalur yang Sesuai

Bagaimana pandangan Gen Z tentang pendidikan dan pilihan karier mereka? Apakah pendidikan tradisional masih relevan bagi mereka?


7. Keseimbangan Hidup-Kerja: Apakah Ini Mungkin?

Generasi Z mungkin memiliki pandangan yang berbeda tentang keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Bagaimana mereka mencapainya?


8. Keuangan Pribadi: Menjalani Hidup Mandiri

Bagaimana generasi ini mengelola keuangan mereka dan apa yang bisa kita pelajari dari pola pengeluaran mereka?


9. Kesehatan Mental: Menyikapi Stres dan Tekanan

Isu kesehatan mental menjadi perhatian serius dalam generasi ini. Bagaimana mereka mengatasi stres dan tekanan yang datang dengan kehidupan modern?


10. Generasi Z dalam Budaya Pop

Apa peran mereka dalam menciptakan tren dalam musik, film, dan mode? Bagaimana budaya pop memengaruhi mereka?


11. Masa Depan Generasi Muda: Perubahan yang Akan Mereka Bawa

Bagaimana kita bisa mendukung Generasi Z dalam menciptakan masa depan yang lebih baik? Apa harapan dan potensi yang mereka miliki?


Terima kasih sudah membaca.

Generasi Muda adalah kekuatan besar yang membawa semangat dan ide segar ke dunia ini. Mari kita terus mendukung dan memahami mereka. Jangan lupa untuk berbagi artikel ini dengan teman-teman Anda agar pemahaman tentang Generasi Z semakin luas. Jika Anda memiliki pandangan atau pertanyaan tambahan, silakan tulis di kolom komentar di bawah. Dan jangan lupa untuk subscribe agar tetap terhubung dengan konten kami yang selalu menarik. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Responsive Leaderboard Ad Area

10 Februari 2019

Valentine Day? Apa Harus?


Hari Valentine dimaknai sebagai Hari Kasih Sayang. Menunjukkan kasih sayang adalah hal yang baik, tetapi lebih baik lagi jika tidak dilakukan hanya pada tanggal 14 Februari. Karena sudah jelas kita bisa berbagi kasih sayang setiap hari, kepada keluarga, teman, sahabat, dan orang-orang disekitar. Kita bisa menunjukkan kasih sayang dengan berbagai cara, misalnya berkumpul bersama keluarga, menyediakan waktu untuk sahabat, memberi perhatian pada mereka, dan lain-lain. Sudah seharusnya kita melakukan itu setiap hari, agar hari-hari yang kita lewati selalu berwarna.

Dalam hal lain, Hari Valentine biasanya dirayakan dengan pesta dan huru-hara yang menimbulkan efek negatif seperti kekacauan dan keborosan. Tak jarang, Valentine dijadikan ajang untuk menyalurkan hawa nafsu. Sedangkan berkumpul setiap hari dengan orang-orang terdekat akan membuat kita berbagi kasih dengan cara yang positif. Dilihat dari manfaatnya, valentine tidak memberikan manfaat yang besar, justru sering merugikan diri sendiri.

Hari Valentine juga bukan berasal dari Indonesia. Perayaan Valentine adalah budaya Barat yang menyebar luas di dunia dan menjadi kebiasaan. Banyak remaja Indonesia yang sebenarnya tidak mengetahui tentang sejarah Valentine. Tidak mengetahui apa makna dan tujuan Valentine. Jadi, bisa dibilang kebanyakan dari mereka hanya ikut-ikutan karena zaman. Ikut-ikutan tanpa tahu asal-usulnya tidak baik lho! Beberapa diantara mereka  tahu bahwa Valentine adalah budaya non muslim tapi tetap merayakan karena gengsi atau tidak peduli pada hukum merayakan Valentine. Sebenarnya Valentine bisa merusak moral anak bangsa karena tidak sesuai dengan norma bangsa Indonesia.

Dari sisi agama, sudah jelas Valentine bukanlah cerminan perilaku umat islam. Memang umat islam diperintahkan untuk mengasihi saudaranya, tetapi tidak dengan cara yang salah. Jika kita ingin berkasih sayang, bukan berarti harus berkiblat pada Valentine kan? Sadar atau tidak, Valentine telah menyempitkan kasih sayang menjadi hanya sehari. Dalam Valentinepun cinta hanya dihargai sebatas kartu ucapan, coklat, bunga, dan perbuatan-perbuatan yang dilarang agama. Miris sekali jika berbagi kasih sayang justru bisa menjerumuskan kita kepada perzinahan.

Valentine bukanlah kebudayaan islam. Awalnya Valentine merupakan suatu perayaan jamuan supercalis bangsa Romawi Kuno yang setelah memeluk agama nasrani menjadi acara keagamaan yang berhubungan dengan seorang pendeta yang bernama St.Valentinus. Jika kita merayakan Valentine, sama saja kita mengikuti ritual agama tersebut dan menghormati si pendeta. Dan itu bisa menjadi syirik. Mari kita renungkan firman Allah SWT berikut ini.

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Q.S. Al-Isra : 36)

Ayo, jauhkan diri kita dari maksiat! Jangan biarkan Allah murka atas perbuatan kita, jangan rusak keislaman yang kita miliki, dan jadilah anak bangsa yang bermoral!

Sekiranya bermanfaat terima kasih
Saling Berbagi

16 Februari 2018

Musim Rambutan Usai, Orang Gila Bermekaran


Judul ini saya angkat karena keresahan hati dan kejanggalan dalam pikiran saya. Romansa puitis kisah cinta Dilan yang gila sehingga mampu menakhlukan seorang wanita idaman, dengan mengatakan karena dia yang kuat kamu tidak. Lalu dianggap menjadi pahlawan nasional yang menjadi panutan remaja zaman sekarang. 

Padahal itu hanyalah omong kosong belaka, karena puitis sebelum nikah itu gila. Yang waras adalah setelah puitis dan romantis setelah menikah pada pasangan halalmu yang dengannya membawamu ke syurga bukan keneraka seperti si Dilan. 

Semakin gila dengan ada banyaknya kejadian penganiayaan yang dilakukan orang gila. Heran saya.

Bagaimana tidak, herannya sekarang lagi viralnya orang gila, lalu membunuh orang dan lagi, ustadz yang menjadi sasarannya tersebut.

Dari berbagai daerah memberitakan orang gila memukul ustadz, ada yang pakai linggis, kayu dll, lalu kejadiannya selalu setelah subuh. Dari postingan berita yang ada berseliweran di beranda saya perhatikan orang gilanya kekar, perawakan sangar, rambut cukur rapi, tidak seperti orang gila.

Pertanyaan 
Siapakah yang orang gila?
Apakah orang gila itu benar gila?
Mengapa orang gila mukul ustadz? 
Mengapa orang gila tidak mukul orang lain?
Mengapa orang gila bertindak di waktu subuh?
Mengapa orang gila subuh tidak tidur? kan katanya gila!
Mengapa orang gila tidak seperti orang gila?
Mengapa orang gila memukul orang yang tidak mengganggunya?
Mengapa orang gila melakukan tindakan kekerasan yang berujung maut tanpa sebab?
Apakah Indonesia sudah tidak aman lagi, karena banyaknya orang gila yang melakukan pembunuhan?
Apakah itu benar orang gila?
Apakah Indonesia akan terpecah belah akibat tindakan orang gila? atau karena yang menyuruh orang yang dianggap gila?
Apakah dilan itu juga gila?

Dan masih banyak pertanyaan yang perlu dijawab secara manusiawi tanpa kesewenangan tentang orang gila ini. 

Lalu jangan sampai kamu ikutan jadi gila ya, juga jangan saya, karena saya tidak akan kuat, cukup Dilan saja.

Tamat.

23 Januari 2018

kasihan Dengan Jilbabnya


Duh hanya bisa garuk kepala melihat kondisi dan situasi sekarang ini. Karenanya saya menuliskan perasaan saya dan pemikiran saya ini. Semoga jika ada yang tersinggung dan merasa tidak enak segera intropeksi diri termasuk diri saya pridadi. 
Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan
Ok, yang mengganggu hati kecil saya dan sedikit mengguncang otak saya yaitu trend masa kini yang berkaitan dengan jilbab muslimah masa kini, yang mana seharusnya jilbab itu menjadi identitas sejati seorang muslimah yang taat dan baik, bukan sebagai alat formalitas atau pencitraan, maaf su'udzon.

Baca juga: Wanita Idaman
                 Berkat Dirimu Aku Bahagia

Bukan kenapa, tapi banyak cewek cantik sekarang itu jilbabnya modelis tapi nilai syar'inya dilupakan, nah lo. Dari yang lancip di depan dan belakang namun pendek dibagian lengan yang katanya jilbab pinguin, ada juga yang modelnya simpel namun terbelah di bagian belakang, jadi jika penggunanya sedikit aktif geraknya maka akan tersingkap bentuk tubuh bagian belakang, nah yang paling mengusik jiwa raga adalah yang modelnya panjang dibelakang namun pendek di depan sehingga kelihatan bentuk tubuh bagian depan atas, belum lagi bahan dasarnya yang terkadang ada yang mengetat,  jatuh ketubuh sehingga terlihat bentuk tubuhnya apalagi ada yg transparan gitu. Jadi cobaan sekarang ini semakin berat. hehe
Sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah
Nah terkadang ada beberapa orang termasuk saya jadi berprasangka, dia berjilbab namun jilbabnya kurang syar'i atau bahkan tidak syar'i sehingga seperti halnya tidak berjilbab. Sehingga kasihan dengan jilbabnya, karena pasti yg disalahkan kebanyakan orang tidak termasuk saya adalah jilbabnya. Nah lo, apa itu, percuma berjilbab tapi kelihatan bentuknya, kemolekannya, bak seperti gadis ayu memanggil-manggil, abang sini bang tarik adek. Haha kocak

Sehingga kasihan jilbabnya, pasti yang disalahkan adalah jilbabnya. Semoga kita terhindar dari prasangka yang buruk juga semoga merreka yang telah membaca ini kembalilah berjilbab dengan benar, mengikuti trend tidaklah salah jika trendnya itu benar.

Jika tulisan ini terlalu kurang sopan saya mohon maaf dan tolong dibenarkan, karena ini hanyalah buah fikir saya dengan fenomena yang ada.


11 Januari 2018

Mondok Di Hidayatullah Lampung Tengah Mudah Menghafal



Zaman sekarang sangat susah mencari sekolah yang aman untuk anak kita, karena pergaulan yang semakin memprihatinkan yang mana kebanyakan anak sekarang sangat perlu diperhatikan akhlaknya serta tingkah lakunya. Sehingga sangat penting jika ada sekolah yang kurikulumnya sangat berkait dengan memperbaiki akhlak, tingkah laku dan budi pekerti anak. Yang harapannya dapat mampu membuat anak tidak menjadi tercela akhlaknya, dan mampu bertahan di perkembangan teknologi saat ini yang semuanya dapat dilihat dan dicari.

Alhamdulillah Hidayatullah hadir ditengah-tengah goncangan problema yang melanda untuk menjadi salah satu solusi untuk kebaikan perkembangan anak. Yang mana dengan kurikulum pendidikan berbasis tauhid sehingga menjadi bahan ajar bagi guru kepada murid yang berisikan pesan tauhid, semua pelajaran mengandung muatan ketauhidan, sehingga anak mempunya bekal tauhid yang kuat untuk dapat mampu menahan gejolak pergaulan bebas yang merajalela.

Tidak seperti pondok pada umumnya yang hanya fokus belajar agama, juga memeiliki nilai tambah yaitu khusus tahfidz dan dengan pelajaran lainnya dengan moto "ibadah kuat, belajar cerdas, bekerja keras". Sehingga lulusan Hidayatullah merupakan kader islam yang sejati yang membawa menebarkan manfaat dan kebaikan untuk agama dan negara. Yang akan menjadikan negara ini baldatun toyyibatun (negara yang aman tenteram).

Jadi, mondok di Hidayatullah Lampung Tengah aja
Insyaallah hafal Al qur'an dan menjadi anak yang sholeh sholehah

28 November 2017

Untuk Apa Kamu Menikah

Kali ini saya akan membahas dan menginformasikan beberapa tipe pernikahan yang saat sekarang ini lagi marak-maraknya, hehe, termasuk saya juga yang baru menikah. Mungkin akan bisa menjadi tambahan ilmu dan bahan intropeksi diri sendiri. oke langsung saja ya ini beberapa tipe pernikahan menurut pengamatan saya sehari-hari dengan melihat begitu banyak pernikahan baik itu yang saya kenal maupun yang tidak saya kenal. Sehingga kiranya kita dapat mengetahui kita menikah untuk apa?

Nikah Karena Takut, Takut Tidak Laku
Karena sering berpikir aku ni cantik tidak ya, aku ini ganteng tidak ya, kok dari dulu aku tidak punya pacar ya, tidak ada yang mengungkapkan perasaan kepadaku gitu. Jadi ketika ada satu lelaki atau satu perempuan yang menawarkan diri untuk mau denganya langsung saja tanpa pikir panjang walau yang datang itu mungkin sifatnya banyak kurangnya bahkan sangat buruk. Ya sudah lanjut saja yang penting laku walau pasangannya jelek sifatnya dan buronan criminal. Ya menikah sajalah dari pada tidak laku.

Nikah Karena Label
Banyak sekarang ini saya perhatikan pernikahan hanya untuk label dan nama saja, apalagi di kalangan aktris yang nikah cerai nikah lagi cerai lagi, agar menjadi perbincangan hangat. Nah itu juga yang saya perhatikan sudah mulai menyebar kekalangan masyarakat. Bagaimana tidak, ketika acara nikah sang pasangan hanya sibuk selfie dan upload di facebook, twitter, instagram agar menjadi sosial seleb (aktris social) sehingga pernikahan itu hanya untuk label saja. Jadi pernikahan yang dilakukan hanya untuk postingan disosial media dan tidak peduli lagi dengan pasangannya, sehingga keluarganya tidak berkah.

Nikah Karena Ikut Ikutan
Nah inilah yang paling sering terjadi untuk masyarakat Indonesia, yaitu ikut-ikutan, apa yang lagi hits langsung diikuti, apa yang lagi viral langsung diikuti. Ada artis yang lagi tenar langsung diikuti semuanya, dari cara berpakaian, style-nya, dan semuanya. Dan ironisnya melihat artis yang dikagumi menikah dia pun ikut menikah, melihat temannya menikah diapun juga menikah, apalagi mendapat undangan nikah dari mantan langsung dibalas dengan undangan nikah untuk mantan juga. Pokoknya ada yang baru dan menarik atau banyak dibicarakan pasti langsung diikuti, kan lucu. Ujungnya nanti pernikahan  yang dibangun malah  mudah runtuh dan banyak sekali kendala juga masalah, sehigga menjadi tidak relevan bagi pernikahan.

Nikah Karena Terpaksa
Nikah jenis ini sedikit agak frontal atau kejam seperti halnya zaman Siti Nurbaya yang menikah dipaksa oleh orang tua dan yang mengatur adalah orang tua. Tanpa meminta pendapat atau menyakan apakah mau atau tidak mau, langsung jodoh menjodohkan. Belum lagi karena utang piutang ataupun balas budi, padahal yang menjalani kehidupan berumah tangga nantinya bukanlah mereka tapi sang anak. Menjodohkan bagus-bagus saja tetapi tidak dengan paksaan harus juga menanyakan pendapat. Akhirnya pernikahan tersebut kadang agak sedikit suram, dan terjadilah hal yang tidak diinginkan seperti perselingkuhan dan lainnya. Namun terkadang juga tidak sedikit yang ikhlas dan menjalani kehidupan rumah tangga yang indah.

Nikah Karena Zina
Yang satu ini yang paling berbahaya, maksudnya karena sudah kadung melakukan perbuatan zina yang sangat dilarang maka pihak keluarga meminta tanggung jawab untuk menikahinya inilah yang dimaksud menikah karena zina. Begitu banyak diluaran sana sekarang ini anak yang tidak memiliki ayah, atau satu ibu tiga ayahnya, karena maraknya zina. Sudah pasti neraka bayarannya kecuali taubat dengan sebaik-baiknya taubat insyaallah maka akan diampuni.

Nikah Karena Menunaikan Ibadah
Inilah jenis pernikahan yang paling diidamkan dan didambakan semua orang apalagi bagi seorang muslim. Menikah dengan benar hana demi menggapai ridha allah dan mencari keberkahan hidup juga hanya karena ingin menyempurnakan separuh agama sehingga lengkaplah sudah tulang rusuk yang telah lama menghilang kini bersatu kembali. Pernikahan impian yang diinginkan, tanpa ada keterpaksaan atau ada masalah yang timbul sehingga murni pernikahan semata-mata hanya untuk menunaikan ibadah kepada Allah. Tidak hanya ingin diakui oleh teman atau masyarakat dunia maya bahwasanya kita sudah menikah, bukan juga karena berzina sehingga harus bertanggung jawab juga menanggung malu. Intinya tulus untuk beribadah dan mencetak kader biologis untuk perjuangan menebarkan risalah islam di bumi, Allahu akbar.

jadi ini adalah bahan untuk evaluasi dan untuk bahan referensi untuk kita semua jika sudah menikah dan yang akan menikah. Perbaiki niat dan perbaharui niat kita saat menikah, untuk apa kita menikah? apa gunanya kita menikah? Harus jelas mulai sekarang sehingga hidup keluarga yang kita bangun dari pernikahan yang baik dan tulus akan membuahkan hasil yang lebih manis lagi, aamiin.  









16 Agustus 2016

Sebenar-Benarnya Merdeka

Asslamu'alaikum sahabat blogger yang selalu dalam lindungan Allah yang maha segalanya. Kabar gembira menyapa kita semua bangsa Indonesia 71 tahun kita sudah merdeka terbebas dari jajahan penjajah negeri ini. 

Hai pemuda Indonesia...
Bangkitlah kau semua...
Negeri kita sudah merdeka...
Genderang perang sudah berbunyi...
Dengarkan panggilan ibu pertiwi...



Indonesia adalah negeri tempatku lahir, mamak, bapak, kakek, nenek, paman, bibi juga lahir di negeri indah nan kaya akan alamnya ini. 
Indonesia, negeri hijau impian.
Indonesia, negeri permata yang tersimpan.
Indonesia, syurganya flora dan fauna.
Indonesia, kaulah negeri kaya raya.



Namun masih kurang kemerdekaan ini saya rasakan melihat negeri kita saat sekarang ini, ketika segala fenomena yang terjadi dalam negeri ini selalu berkaitan dengan seorang anak yang bermasalah atau dipermasalahkan. Misal, seorang anak yang dalam tahap pendidikan dipukul guru lalu orang tua yang merasa tidak senang atas perlakuan guru terhadap anaknya lantas membalas memukul guru tersebut. Dan masih banyak lagi sekelumit fenomena yang ada di negeri kita tercinta. Sehingga sebagian guru menjadi acuh terhadap anak murid, yang penting sekarang sebagian guru hanya menunaikan kewajibannya sebagai guru yang tidak menimbulkan perselisihan, hanya sekedar datang ke sekolah, mengajar, faham atau tidaknya itu urusan mereka yang penting sudah menyampaikan pelajaran yang ada. Dan yang ekstrim lagi ketika sebagian guru menyatakan bahwa "ORANGTUA YANG ANAKNYA TIDAK MAU DITEGUR GURU DI SEKOLAH SILAHKAN DIDIK SENDIRI, BIKIN KELAS SENDIRI, BUAT RAPOR DAN IJAZAH SENDIRI".



Itu hanya sedikit kisah pahit di negeri ini, lalu bagaimanakah kemerdekaan yang sebenarnya? kalau boleh saya memaparkan sedikit, kita merdeka ketika hati kita tenang dalam menjalani lika liku kehidupan dan ketika di negeri ini pendidikan sudah membaik dan tidak racuh dengan hal yang menakutkan bagi guru ketika mendidik muridnya. Yang mana seharusnya terjadi keharmonisan dan kerjasama antara sesama pendidik yaitu guru, orangtua dan masyarakat. Agar seluruh anak penerus negeri ini dapat membawa negeri kita esok menjadi lebih dan lebih maju lagi. MERDEKA!!!



Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

MERDEKA!!!

Connect